Chandra Ekajaya Bicara Kehidupan

Pengusaha Chandra Ekajaya di usianya yang belum genap menginjak usia 30 tahun ini sudah memikirkan tentang makna dan tujuan hidup. Ia berbicara mengenai kehidupan di usianya yang masih belia ini. Setelah mempelajari dunia mistik, metafisika, dan klenik, maka ia mempunyai pemikiran dan pendapat bahwa spesies manusia diciptakan bukan tanpa sebab dan tujuan. Menurutnya manusia diciptakan di alam semesta untuk membuat dunia ini menjadi lebih baik dan lebih indah. Seperti dalam konsep Jawa, yaitu Memayu Hayuning Bawana, maka tugas dan tujuan manusia sudah sangat jelas. Alam semesta yang sudah sangat indah ini harus lebih diperindah lagi oleh tangan dan pikiran manusia. Misalnya saja hutan lebat yang berwarna hijau bisa diubah menjadi lebih indah dengan didirikannya taman serta saluran air yang baik. Sehingga seluruh spesies hutan pun dapat hidup dengan tenang dan nyaman. Sedangkan bagi manusianya sendiri ia mendapatkan kebahagiaan karena telah memperindah hutan tersebut.

Dalam jagat metafisika dan supranatural, pengusaha Chandra Ekajaya yang merupakan murid dari Ki Ngongkangpada menjelaskan bahwa berdasarkan ilmu dari gurunya, tujuan manusia diciptakan ialah untuk memperindah jagat besar, atau dengan kata lain adalah alam semesta ini. Sehingga manusia tidak boleh mengabaikan tentang kesejahteraan hidup di dunia. Hal ini biasa disebut dengan keduniawian atau duniawi. Justru hal-hal yang bersifat keduniawian inilah yang tidak boleh dihindari. Manusia harus mengolah dan mengelolanya suapaya menjadi keindahan di alam semesta ini. Keindahan duniawi itu pun nantinya didukung dengan moral yang tinggi dan budaya yang adilihung, serta filsafat dan cita-cita yang luhur. Sang guru tersebut menambahkan bahwa yang dimaksud dengan memperindah dunia dalam tingkatan sosial adalah membuat kebahagiaan bagi manusia lainnya. Meskipun tujuan utamanya bukanlah dunia, melainkan nirwana. Tetapi manusia tidak boleh melupakan bahwa di dalam mencapai nirwana tidak boleh melupakan kehidupan duniawinya. Inilah formula yang tepat bila dibandingkan pengetahuan secara umum.

Chandra Ekajaya Bicara Kehidupan


Ki Ngongkangpada menyebutkan bahwa pengetahuan yang sudah lama diterima oleh manusia mengenai nirwana dan duniawi salah kaprah. Banyak yang membandingkan tentang keduanya. Misalnya pilihan untuk memilih akhirat atau dunia. Kemudian akhirnya pikiran masyarakat terbagi dua menjadi dunia dan akhirat. Mereka pun mengakalinya dengan memilih dunia dulu, dan nantinya baru akhirat. Tetapi dengan pemikiran seperti ini artinya akhirat dinomorduakan. Padahal ia merupakan yang hal yang utama. Lalu ada manusia yang berpikiran untuk memilih akhirat, sehingga ia meninggalkan kehidupan duniawinya. Ini juga merupakan salah kaprah yang sangat berbahaya. Sebab untuk menuju kehidupan akhirat atau nirwana, kehidupan duniawi sangat dibutuhkan, karena ia merupakan syarat untuk mencapai kehidupan nirwana. Seharusnya yang harus dipahamkan ke manusia atau masyarakat bahwa akhirat dan dunia itu tidak bisa dipisahkan. Mereka bagaikan keping mata uang yang mempunyai dua sisi. Jika kita menghilangkan satu sisinya, maka makna dan fungsi uang tersebut juga menjadi hilang.

Pengusaha Chandra Ekajaya juga masih ingat pesan gurunya. Sang guru pernah memberikan nasihat kepada dirinya supaya tidak terjebak dengan keduniawian. Duniawi memang merupakan syarat untuk mencapai nirwana, karena itulah ia sangat penting. Karena pada fase itulah manusia diuji apakah ia ingat akan tujuan dan sebab ia diciptakan atau tidak. Dalam khasanah supranatural dan mistik Jawa hal itu dikenal dengan istilah sangkan paraning dumadi. Idiom itu merupakan hal yang sangat dikenal oleh seluruh orang Jawa. Termasuk Ki Ngongkangpada, bahkan beliau sudah paham betul apa makna dari idiom tersebut. Maka dari itu, kepada siswa-siswanya ia memberika wejangan atau kawruh supaya mereka mereka menjadikan nirwana atau akhirat sebagai tujuan utama, tetapi di dalam mencapai tujuan tersebut jangan melupakan kehidupan duniawi. Beliau pun juga memberi tahu nilai-nilai apa saja yang dapat dipegang oleh manusia saat menjalani darma tersebut, sebab manusia ketika dilahirkan ke dunia melalui rahim ibu pasti sudah lupa tentang alasan dan tujuan mengapa ia diciptakan.

Manusia memang diciptakan untuk tugas yang terbilang berat dilakukan oleh spesies lainnya. Tetapi manusia tidak dapat mengelak, karena dewata telah menetapkan demikian. Makhluk hidup yang bernama manusia diciptakan untuk menjaga keseimbangan dunia, karena sudah banyak makhluk drubiksa dan bekasakan yang berkeliaran di alam semesta. Mereka adalah makhluk-makhluk yang bertempat tinggal di pasetran gandalayu, dipimpin oleh seorang Batara yang tercipta karena kama yang salah, yakni Batara Kala. Jadi bila dibandingkan dengan dua spesies drubiksa dan bekasakan, usia manusia memang lebih muda. Tetapi kelebihan manusia adalah mempunyai logika yang sehat. Sedangkan dua sepsies tersebut cerdas dan luar biasa, sayangnya logiknya kacau balau. Kemudian bila dibandingkan dengan Batara Kala, spesies manusia jauh lebih tua. Karena itu bisa dibilang manusia merupakan saudara sepupu dari Batara tersebut. Sayangnya setelah tercipta, ia membutuhkan makanan. Karena tercipta dari kama yang salah maka makanan dan minumannya merupakan daging yang membusuk dan darah yang mengering. Tetapi manusia dapat mengendalikannya dengan upacara ruwatan.

Chandra Ekajaya Kehidupan


Pengusaha Chandra Ekajaya telah lama berguru kepada Ki Ngongkangpada. Dari hasil ngangsu kawruh selama ini ia mendapatkan pencerahan yang sangat berguna untuk diimplementasikan dan diaplikasikan dalam dunia usaha, bisnis, dan ekonomi. Laksana telah ditempa dalam kawah candradimuka layaknya tokoh wayang Wisanggeni, kini pengusaha ini sudah siap untuk mengarungi samudera yang luas dan penuh badai. Ia sudah siap untuk memimpin kapal dengan beraneka macam penumpang yang sedang bertengkar dan saling ribut. Bila hal seperti itu terus dibiarkan maka kapal akan hancur. Sedangkan tidak ada kapal yang lain. Maka dari itu jalan satu-satunya adalah ada nahkoda yang memimpin kapal tersebut supaya dapat melalui badai. Kondisi ini sangat mirip dengan keadaan negara Indonesia saat ini. Maka dari itu untuk memperbaiki kondisi ini diperlukan banyak orang atau pun manusia dengan watak kesatria. Ki Ngongkangpada sudah menyebutkan bahwa pada tahun 2027 nanti Indonesia akan memulai titik kebangkitannya. Maka dari itu beliau menempa banyak pemuda yang nantinya dikader menjadi kesatria-kesatria utama.


Kehidupan tidak bisa dilepaskan dari gejolak ekonomi. Maka dari itu sangat tepat jika pengusaha Chandra Ekajaya dididik dan dibina oleh gurunya untuk menjadi garda depan pengubah sistem ekonomi dunia dan menjadikan Indonesia menjadi poros ekonomi internasional. Maka keinginan para pendiri bangsa sebentar lagi akan terwujud dimana rakyat dan bangsa ini akan dihargai oleh seluruh dunia. Sehingga nantinya anak cucu yang akan lahir dan mengisi peradaban tersebut tidak merasakan keadaan dan kondisi peradaban yang mengalami dekadensi seperti sekarang ini. Jadi semua tujuan kehidupan dikembalikan kepada kepada generasi penerus, yakni anak dan cucu. Mereka juga merupakan alasan dan tujuan kenapa manusia diciptakan. Supaya generasi berikutnya lahir, tumbuh, berkembang, dan membangun peradaban supaya alam semesta lebih indah dari sebelumnya.
Chandra Ekajaya Bicara Kehidupan Chandra Ekajaya Bicara Kehidupan Reviewed by ekopurwadi691 on 02.22 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.